Selamat Datang di Website Polbangtan Medan | Mari Kita Berpartisipasi Aktif Wujudkan PERTANIAN MAJU, MANDIRI, MODERN TANPA KORUPSI | Pengumuman seputar Polbangtan Medan "Pengumuman Pelaksanaan Daftar Ulang Jalur Undangan SMK PP dan Mitra, Anak Petani dan Penyuluh Pertanian Calon Mahasiswa Baru Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Tahun Akademik 2025/2026"  dapat dilihat pada Pengumuman Polbangtan dibawah! | Event Polbangtan Medan "Kuliah Umum Polbangtan Medan bersama Plt. Direktur Jenderal Perkebunan" dapat dilihat pada rubrik Event dibawah ! | Berita seputar Kementerian Pertanian & Polbangtan Medan "Terima Kunjungan Siswa SMAN, Polbangtan Kementan Perkenalkan Inovasi Pertanian"  dapat dilihat pada rubrik Seputar Polbangtan Medan di bawah!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti MBKM, Mahasiswa Polbangtan Kementan Bantu Pemulihan Bencana di Tapanuli Selatan
  • Polbangtan Medan
  • Thursday, 12 February 2026

Ikuti MBKM, Mahasiswa Polbangtan Kementan Bantu Pemulihan Bencana di Tapanuli Selatan

Medan – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan mendukung percepatan pemulihan bencana melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) II Magang Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan. Rombongan mahasiswa berangkat dari Medan pada 12 Februari 2026 dan tiba di lokasi pada hari berikutnya, dengan program berlangsung hingga 19 Juni 2026.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan dukungannya terhadap program ini.

 "MBKM menjadi wadah yang sangat berharga untuk menghubungkan ilmu akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Khususnya dalam konteks pemulihan bencana, kontribusi mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Kita harus terus mendorong kolaborasi seperti ini untuk memperkuat sektor pertanian kita," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti juga menyoroti pentingnya program ini. 

"Penyuluhan pertanian adalah ujung tombak pembangunan sektor pertanian di daerah. Melalui magang MBKM, mahasiswa tidak hanya meningkatkan kapasitas diri tetapi juga membantu memperkuat sistem penyuluhan daerah. Ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi pada ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan," kata Arsanti.

Kegiatan diawali dengan kunjungan koordinasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai bentuk penyampaian izin serta penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pembangunan sektor pertanian. Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing, Puji Wahyu Mulyani dan Popy Noviyanti.  Kepala Dinas Pertanian tidak dapat hadir dan diwakili oleh pejabat yang memberikan arahan serta dukungan terhadap pelaksanaan program.

Perwakilan bidang penyuluhan menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pendampingan lapangan. Pihak dinas berharap mahasiswa dapat berperan aktif terhadap kebutuhan petani, khususnya wilayah terdampak banjir, serta menerapkan ilmu akademik secara aplikatif.

Mahasiswa kemudian ditempatkan di beberapa wilayah kerja penyuluhan yaitu Sipirok, Sayur Matinggi, dan Batang Toru. Penjemputan dilakukan oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan (KCD) masing-masing wilayah, dengan mahasiswa di Sipirok langsung diantar ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sipirok.

Selama magang, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan utama seperti penyusunan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), programa penyuluhan, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), pelaksanaan dua kali kegiatan penyuluhan, pendampingan petani terdampak banjir, serta penyusunan laporan evaluasi.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menegaskan komitmen kampus dalam mendukung program MBKM.

 "Kami sangat bangga dengan mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, kami berharap tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang kompeten secara praktis tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya pemulihan pasca bencana. Ini adalah wujud nyata dari peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional," kata Nurliana.

Puji Wahyu Mulyani, menjelaskan lebih lanjut bahwa sesuai dengan kompetensi lulusan masing-masing prodi, akan melakukan praktek magang profesi Penyuluhan, mulai dari melakukan IPW, menyusun Programa, RKTP, membuat sinopsis dan materi penyuluhan, melakukan kegiatan penyuluhan sebanyak dua kali kepada kelompok tani, dan melakukan evaluasi. 

"Mahasiswa juga bertugas membantu pendampingan untuk pemulihan bencana guna mendukung pemulihan sawah petani di lokasi terdampak. Program MBKM ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam praktik penyuluhan pertanian sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya

Lenni Marlina, Katimker Penyuluh Kabupaten Tapanuli Selatan, menyambut hangat kehadiran mahasiswa sebagai mitra dalam mendukung kegiatan penyuluhan dan pendampingan petani di wilayah kerja masing-masing.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik lapangan serta berkontribusi dalam penguatan sistem penyuluhan pertanian daerah.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset