Mahasiswa Polbangtan Medan ajak petani Bangka tanam seledri akibat harga sawit jatuh

Mahasiswa Polbangtan Medan ajak petani Bangka tanam seledri akibat harga sawit jatuh

Minggu, 12 Juli 2020

Medan (ANTARA) - Mahasiswa Polbangtan Medan mengajak petani Kelompok Tani Makmur Bersama di Desa Nibung, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung menanam seledri akibat harga komoditi sawit turun.

"Menanam seledri bisa menjadi alternatif mengantispasi penghasilan petani akibat harga sawit turun," kata Masda Kurniati, mahsiswi Polbangtan Medan yang menghubungi, Minggu (12/7).

Selain mudah perawatan hargajual seledri juga tergolong tinggi dikisaran Rp35 ribu - Rp40 ribu dalam per kilogram-nya (kg). Pembudidayaannya juga gampang bisa memanfaatkan pekarangan rumah.

Johan salahsatu contohnya. Ketua Koptan Makmur Bersama ini, kata dia, semasa turunnya harga sawit dimasa pandemi COVID-19 bercocoktanaman seledri dengan metoda tumpangsari dengan sawah.

"Selama areal sawahnya yang sekian luas belum ditanami benih padi, Pak Johan memanfaatkannya dengan budidaya seledri di atas bedengan yang setelah berumur satu bulan tanam sudah bisa di panen," sebutnya.

Selain mengajak menanam seledri, mahasiswi semester VI Prodi Penyuluhan Perkebunan Presisi ini juga mengajak anggota Koptan Bersama yang memiliki lada putih untuk diolah menjadi bubuk lada putih.

"Soalnya harga komoditi lada putih anjlok yang apabila diolah menjadi bubuk harganya bisa meningkat setelah di pasarkan ke toko dan warung tempat tinggalnya seperti yang telah dilakoni Buk Fitria," ungkap Masda.

Menurut Masda dimasa menghadapi era tatanan kehidupan produktif normal baru dimasa pandemi COVID-19 semuanya harus mampu membaca peluang dan potensi ekonomi yang ada untuk dikembangkan

"Hanya saja dalam beraktivitas tetap mengikuti protokol kesehatan (pakai masker, jaga jarak fisik, dan sering cucitangan pakai sabun dengan air mengalir serta hindari kerumuman) agar terhindar dari ancaman wabah COVID-19," pungkasnya.