Polbangtan Medan dampingi 23 Model Kostratani Sumut

Polbangtan Medan dampingi 23 Model Kostratani Sumut

Jumat, 14 Agustus 2020

Medan (ANTARA) - Sesuai instruksi Kementerian Pertanian di bawah komando BPPSDMP, Polbangtan Medan selaku bagian dari UPT melakukan pendampingan 23 BPP Model KOSTRATANI tiga kabupaten (Sergai, Langkat, dan Deli Serdang) di Sumatera Utara.

"Pendampingan dengan memberikan pelatihan agar BPP mampu melakukan pelaporan secara online yang terhubung di AWR (Agricultural War Room)," Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini menyampaikan di Medan, Jumat (14/8).

Tujuannya menurut Yuliana, untuk mengoptimalkan peran BPP sebagai pusat data informasi, dan mempermudah pemantauan di AWR Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

"Kegiatan mengikutsertakan koordinator BPP dan petugas IT ini serempak dilaksanakan (10-13 Agustus 2020) di 23 BPP yakni Deli Serdang ada 11 BPP, Serdang Bedagai 5 BPP, Langkat 7 BPP," jelasnya.

Pendampingan ini juga untuk memenuhi target terwujudunya BPP Model KOSTRATANI (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) yang pada 16 Agustus 2020 harus tercapai sebanyak 1.000 BPP. Sekaligus memperkuat 1.500 BPP menjadi BPP Model KOSTRATANI pada tahun 2020.

"Indikator keberhasilan BPP Model KOSTRATANI adalah terhubungnya laporan kegiatan utama Kementerian Pertanian, updating E-RDKK, updating Simluhtan, dan aktifnya penyuluh mengikuti Ciber Extension," tegasnya.

Diterangkannya, lima peran dan fungsi BPP yaitu: sebagai pusat data dan informasi, pusat pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan di tingkat Kecamatan.

"Jadi KOSTRATANI merupakan program strategis dari BPPSDMP Kementan untuk menghadapi tantangan pembangunan pertanian saat ini supaya meningkatkan produktivitas, ekspansi pertanian, mengembangkan pertanian dengan biaya murah serta penerapan mekanisme pertanian," tambahnya.

KOSTRATANI mendukung tujuan pembangunan pertanian untuk menyediakan pangan bagi 260 juta jiwa masyarakat Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan petani dan eksport komoditi pertanian yang pengembangannya dimulai dari tingkat kecamatan.